﻿<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>ika-unpar.or.id</title>
	<atom:link href="http://ika-unpar.or.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ika-unpar.or.id</link>
	<description>Ikatan Alumni Universitas Katolik Parahyangan</description>
	<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 00:41:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ekspedisi Indonesian Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR 2009 - 2012</title>
		<link>http://ika-unpar.or.id/?p=472</link>
		<comments>http://ika-unpar.or.id/?p=472#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 00:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita IKA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ika-unpar.or.id/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Atas dukungan dan doa dari semua pihak, akhirnya Bendera Merah Putih  berkibar dengan gagahnya di puncak tertinggi Gunung Kilimanjaro, Puncak  Uhuru (5.696 mdpl) pada pukul 10.20 waktu setempat melalui Western Breach.
Summit Attack ini dimulai tepat pada pukul 04.00 waktu setempat seperti  yang telah disepakati malam sebelumnya.
Setelah mengabadikan momen-momen  yang krusial ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Atas dukungan dan doa dari semua pihak, akhirnya Bendera Merah Putih  berkibar dengan gagahnya di puncak tertinggi Gunung Kilimanjaro, Puncak  Uhuru (5.696 mdpl) pada pukul 10.20 waktu setempat melalui Western Breach.</p>
<p>Summit Attack ini dimulai tepat pada pukul 04.00 waktu setempat seperti  yang telah disepakati malam sebelumnya.</p>
<p>Setelah mengabadikan momen-momen  yang krusial ini maka tim langsung bergerak untuk turun. Dan saat ini  mereka bermalam di highcamp jalur Kemweka di ketinggian 3.797 mdpl atau  biasa disebut dengan Camp Millenium.</p>
<p>Alat pengukur suhu menunjukkan angka  15 derajat celsius. Kondisi tim cukup kelelahan tetapi mereka sangat puas  dan bangga dengan pencapaian yang sesuai dengan target yang sudah<br />
dirancang.</p>
<p>Pencapaian puncak via Western Branch sendiri memiliki tantangan dan  kesulitan yang cukup tinggi bila dibandingkan pendakian menuju puncak via  Marangu Gate yang biasa dikenal dengan jalur normal pendakian Kilimanjaro.</p>
<p>Dengan tingkat kerapatan kontur yang lebih tinggi dan curam, pada umumnya  tenaga yang dikeluarkan akan lebih besar tetapi kelebihannya adalah jarak  tempuh yang dilalui menjadi lebih pendek dan hasilnya adalah 1 hari lebih  cepat dari waktu yang diperkirakan tim dari Bandung.</p>
<p>Rencananya esok hari tim akan bergerak turun menuju Arusha Camp untuk  selanjutnya melakukan persiapan menuju target berikutnya di Negeri Beruang  Merah, Russia yakni Mount Elbrus dengan ketinggian 5.642 mdpl.&#8221;</p>
<p>Sumber:<br />
Tim Publikasi<br />
Indonesian Seven Summits Expedition<br />
Mahitala UNPAR 2009 - 2012<br />
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li>12 August 2009 &#8212; <a href="http://ika-unpar.or.id/?p=402" title="SELAMAT DAN SUKSES">SELAMAT DAN SUKSES</a></li>
<li>13 February 2009 &#8212; <a href="http://ika-unpar.or.id/?p=300" title="Selamat Datang">Selamat Datang</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ika-unpar.or.id/?feed=rss2&amp;p=472</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BRAVO ARSITEK UNPAR</title>
		<link>http://ika-unpar.or.id/?p=427</link>
		<comments>http://ika-unpar.or.id/?p=427#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 01:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita IKA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ika-unpar.or.id/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[*KOMPAS.com* - Arsitek Erwin Hawawinata adalah arsitek Indonesia yang karya-karyanya mengglobal. &#8220;Saya berharap arsitek Indonesia lebih percaya diri karena karya-karya arsitek Indonesia sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan arsitek asing,&#8221; kata Erwin dalam percakapan dengan *Kompas.com*di sebuah hotel di kawasan Senayan, Sabtu (28/11) petang.
Arsitek Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung angkatan 1994 ini menilai arsitek Indonesia sesungguhnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*KOMPAS.com* - Arsitek Erwin Hawawinata adalah arsitek Indonesia yang karya-karyanya mengglobal. &#8220;Saya berharap arsitek Indonesia lebih percaya diri karena karya-karya arsitek Indonesia sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan arsitek asing,&#8221; kata Erwin dalam percakapan dengan *Kompas.com*di sebuah hotel di kawasan Senayan, Sabtu (28/11) petang.</p>
<p>Arsitek Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung angkatan 1994 ini menilai arsitek Indonesia sesungguhnya lebih kreatif dalam hal desain dan material sampai &#8220;*finishing*&#8221;. &#8220;Sumber daya manusia dan kreativitas arsitek Indonesia lebih unggul,&#8221; kata Erwin, lulusan SMA Regina Pacis Bogor ini.</p>
<p>Erwin menambahkan, agar arsitek Indonesia mampu bersaing dengan arsitek luar negeri, arsitek lokal harus meningkatkan wawasan, sering melakukan perjalanan, dan mengikuti acara-acara arsitektur agar mengetahui tren dunia yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Selain itu arsitek Indonesia juga harus menguasai ilmu marketing agar dapat menjual ide kepada klien dengan tepat.</p>
<p>Erwin memang boleh berbangga hati karena karya-karyanya diakui orang asing. Saat ini Erwin mengerjakan proyek rumah residensial pribadi seluas 1.700 meter persegi di kawasan Bukit Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia, dan juga sebuah rumah seluas 1.200 meter persegi di Yaman. Kedua rumah itu dibangun dengan gaya kolonial, sementara interiornya bergaya* fusion.* Pemilik rumah berbangsaan Malaysia dan Yaman itu memiliki bisnis di Indonesia. Proyek di mancanegara tersebut akan selesai tahun 2010.</p>
<p>Menurut Erwin, yang membuat tim arsitek Hawawinata &amp; Associates ini unik karena tim ini memiliki kemampuan sketsa tangan. &#8220;Tim arsitek kami melihat lahan kosong, langsung dapat membuat sketsa tangan, akan menjadi seperti apa rumah di lahan kosong itu kelak. Ini poin plus.  Klien langsung memperoleh hasil sketsa pada hari itu juga. Proses ini langsung dilanjutkan dengan visualisasi dalam bentuk tiga dimensi (3D) agar klien dapat mengetahui 90 persen konsep yang dibuat arsitek,&#8221; jelas Erwin, anak ketiga dari empat bersaudara Hawawinata itu.</p>
<p>Proyek residensial yang sudah selesai berlokasi di Jakarta, Surabaya, dan Medan. Salah satunya adalah rumah tinggal seluas 2.300 meter persegi di lahan seluas 1.700 meter persegi di Darmo Indah Golf di Surabaya. &#8220;Konsep rumah bergaya kolonial, yang diilhami dari kemegahan Istana Versailles di Perancis. Yang ditonjolkan di rumah itu adalah warna-warna lembut, natural stone, dan material yang sifatnya halus. Semua proporsi dan detail rumah dihitung dengan benar, mengikuti *golden rule* Andrea Palladio, arsitek zaman Renaissance,&#8221; ungkap Erwin.</p>
<p>*Monumental*</p>
<p>Rumah-rumah karya Erwin Hawawinata ini boleh dibilang proyek mercusuar. &#8220;Bukan saja soal uangnya, tetapi juga monumental. Orang bisa melihat bahwa ini hasil karya arsitek lokal, arsitek Indonesia. Saya ingin mengedukasi klien bahwa karya arsitek Indonesia juga bagus dan relatif terjangkau,&#8221; katanya.</p>
<p>Salah satu karya Erwin di Jakarta adalah gedung Da Vinci, yang selesai tahun 2003 lalu. Selain itu Erwin mengerjalan desain khusus *executive lounge*untuk Camus di Bellagio, dan beberapa restoran di Jakarta.</p>
<p>Karya-karya Edwin tidak sekadar bangunan biasa. &#8220;Saya membangun sesuatu dengan nyawa. Setiap rumah yang dibangun harus mampu bercerita, dan setiap rumah memilik cerita yang berbeda,&#8221; kata Erwin yang sudah berkeliling dunia, melihat tren arsitek hingga ke Milan, Valencia, Paris, Singapura, Hongkong dan berbagai kota lainnya di mancanegara.</p>
<p>Lulus dari Unpar Bandung tahun 1999, Erwin langsung bergabung di Da Vinci sebagai *junior designer* dan kemudian *senior designer*. Tahun 2000, Erwin menjadi Chief Designer Da Vinci. Divisi baru yang dipimpinnya itu dibentuk untuk mempermudah klien mendapatkan apa yang diinginkan. &#8220;Kami menawarkan layanan, dapat membuat konsep rumah sesuai keinginan klien. Semacam *adviser *klien,&#8221; ujarnya. Sejak itu, cerita Erwin, dia mulai mendapatkan proyek tanah kosong.</p>
<p>Tahun 2005, Erwin menjadi General Manager Da Vinci. Tiga tahun kemudian, Erwin keluar dan membentuk perusahaan *associate design* sendiri. &#8220;Kami menjadi konseptor rumah, membantu klien dari segi *budgeting* sampai * finishing*. Kami yakinkan klien bahwa mereka akan mendapatkan konsep rumah dengan hasil terbaik dan anggaran yang relatif lebih hemat. Ini penting ditekankan karena bagus dan mahal itu gampang, tapi bagus dan hemat itu kan tidak mudah. Ini yang jadi kepedulian kami,&#8221; katanya.</p>
<p>Konsep rumah yang dibuat Erwin lebih bergaya *fusion.* Artinya bukan klasik murni dan bukan pula modern. &#8220;Gaya ini sebetulnya dikenal dengan nama gaya maksimalis. Gaya *fusion *menggabungkan unsur tradisional atau klasik dengan gaya modern yang sedang nge-tren sehingga setiap desain tidak ada yang kedaluarsa,&#8221; urainya. *(Robert Adhi Ksp) *<br />
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li>12 August 2009 &#8212; <a href="http://ika-unpar.or.id/?p=402" title="SELAMAT DAN SUKSES">SELAMAT DAN SUKSES</a></li>
<li>13 February 2009 &#8212; <a href="http://ika-unpar.or.id/?p=300" title="Selamat Datang">Selamat Datang</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ika-unpar.or.id/?feed=rss2&amp;p=427</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SELAMAT DAN SUKSES</title>
		<link>http://ika-unpar.or.id/?p=402</link>
		<comments>http://ika-unpar.or.id/?p=402#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 07:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita IKA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ika-unpar.or.id/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[




Selamat atas terpilihnya :
Bapak ANTONIUS TARDIA
Alumni Fakultas Ekonomi 1978
menjadi
KETUA UMUM IKA UNPAR
Periode 2009-2012




Most Commented Posts

12 August 2009 &#8212; SELAMAT DAN SUKSES
13 February 2009 &#8212; Selamat Datang

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="1%"><img class="size-full wp-image-407  aligncenter" title="foto-pak-anton_kecil" src="http://ika-unpar.or.id/wp-content/uploads/2009/08/foto-pak-anton_kecil.jpg" alt="foto-pak-anton_kecil" width="80" height="99" /></td>
<td width="99%">
<h4 style="text-align: center;">Selamat atas terpilihnya :</h4>
<h3 style="text-align: center;">Bapak ANTONIUS TARDIA</h3>
<p style="text-align: center;">Alumni Fakultas Ekonomi 1978</p>
<p style="text-align: center;">menjadi</p>
<h3 style="text-align: center;">KETUA UMUM IKA UNPAR</h3>
<h3 style="text-align: center;">Periode 2009-2012</h3>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li>12 August 2009 &#8212; <a href="http://ika-unpar.or.id/?p=402" title="SELAMAT DAN SUKSES">SELAMAT DAN SUKSES</a></li>
<li>13 February 2009 &#8212; <a href="http://ika-unpar.or.id/?p=300" title="Selamat Datang">Selamat Datang</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ika-unpar.or.id/?feed=rss2&amp;p=402</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
