Sekilas Pembentukan Ikatan Alumni Unpar


Sejarah Pembentukan

Setelah Munas II Ikatan Alumni Teknik Sipil (IATS) pada Juni 1998, pengurus IATS mengadakan audiensi dengan Rektor Unpar, pada saat itu dijabat oleh Prof. Dr. Benny Soeprapto Brotosiswojo. Pada kesempatan itu diusulkan untuk dibentuk ikatan alumni Unpar dengan pemikiran bahwa dengan jumlah lulusan yang sudah mencapai 20.000 lebih, sudah saatnya Unpar mempunyai ikatan alumni sebagai sarana komunikasi antar alumni dan juga antara alumni dan Unpar. Apalagi pada saat itu hampir di seluruh fakultas/jurusan di Unpar telah terbentuk ikatan alumni.
Setelah menunggu cukup lama, pada tanggal 3 Mei 2000 Rektor mengundang ikatan alumni fakultas/jurusan di Unpar untuk menjajagi pembentukan ikatan alumni Unpar. Pada saat itu selain Rektor, hadir pula R.W. Triweko, PhD. (Pembantu Rektor IV), dan ketua BAPSI. Sedangkan dari alumni hadir perwakilan dari Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, Hukum, Filsafat, Teknik Kimia, dan MIPA. Dalam pertemuan ini dibahas pentingnya untuk menjaga hubungan baik alumni dengan almamater. Beberapa gagasan awal yang disampaikan, antara lain:

a. Pembentukan Ikatan Alumni Universitas Katolik Parahyangan (IKA Unpar)
b. Pengembangan Sistem Informasi Alumni
c. Penyediaan Sekretariat Ikatan Alumni Unpar
d. Pendistribusian Warta Unpar kepada alumni
e. Menyediakan mailing list khusus untuk mempercepat arus informasi di antara alumni
f. Pengembangan Dana Beasiswa

Kongres pada awalnya direncanakan untuk diadakan bersamaan dengan acara Dies Natalis Unpar Ke-48 pada tanggal 18 Januari 2003, sekaligus menjadi Home Coming Day untuk alumni. Karena ketidaksiapan panitia secara teknis dan terutama dari segi biaya, maka akhirnya Kongres pertama diundur. 

Penandatanganan Nota Kesepakatan 4 Juli 2002

Penandatanganan Nota Kesepakatan 4 Juli 2002